Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Belajar dari Mobil Berkecepatan 150 Mph

speedometer“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal”

(I Korintus 9 : 24-25A)

Sobat Talenta, kapasitas suatu mobil tidak ditentukan oleh pemakainya tetapi oleh pabrik pembuatnya. Rata-rata mobil di Eropa dibangun dengan kapasitas untuk bisa berlari 180 miles per jam. Namun pada kenyataannya tidak semua orang berkesempatan dan mau menggunakan mobil tersebut dengan maksimal. Suatu ketika ada seorang bernama Myles memperoleh kesempatan mengendarai mobil buatan Jerman di lintasan Autobahn highway. Autobahn highway adalah sebuah jalur tol bebas hambatan tanpa batasan kecepatan yang menghubungkan satu Negara ke Negara lainnya. Myles yang diberi kesempatan itu, dengan penuh semangat melaju dengan kecepatan 80mph. Namun kawannya menyindir Myles dan mengatakan, “Apa yang kamu lakukan? Ini jalan tol dan tanpa batasan kecepatan! Tapi kita seolah belum bergerak!”

Karena tertantang, Myles menekan pedal gas dan kini mobil melaju dengan kecepatan 115mph. Ketika Myles berhasil melewati banyak kendaraan lainnya, perasaan bangga akan dirinya mulai tumbuh. Dengan penuh kegembiraan ia berkata “Siapakah yang bisa menyusul saya, saya adalah raja jalanan,” Perasaan supremasi ini semakin bertambah ketika semua kendaraan yang dilewati tertinggal jauh. Di sanalah muncul perasaan superior dan ia pun tak sadar telah menetapkan sebuah rekor bagi dirinya sendiri, merasa menjadi pengemudi yang terbaik. Tiba–tiba setelah kira–kira 20 menit, sebuah Mercedes Benz menyusul Myles dengan kecepatan 150mph, seolah– olah bagai hantu muncul entah dari mana. Myles merasa seperti kendaraannya tidak bergerak, tersusul begitu saja. Kawan Myles kembali tertawa dan berkata, “Nah, kamu lihat. Kamu tuh belum mengendarai secepat yang kamu bisa, kamu hanya bisa secepat yang kamu inginkan!”

Sobat Talenta, ternyata…kapasitas atau potensi sejati dari mobil yang dikendarai Myles tidak dipengaruhi oleh pendapat dirinya ataupun pengalamannya dalam berkendara. Sekalipun mobil itu di design untuk bisa berlari hingga kecepatan 180mph, namun bila yang mengendarainya hanya mengemudikan dengan kecepatan 115 mph, maka mobil itupun tidak akan pernah mengeluarkan potensi terbaiknya. Begitu juga dengan kehidupan kita. Tuhan menciptakan setiap kita dengan sebuah kapasitas atau potensi yang begitu luar biasa untuk memenangkan perjalanan kehidupan ini. Namun seringkali kita “sang pengendara” kehidupan, tidak pernah mau menggunkan potensi yang luar biasa itu. Kita takut keluar dari comfort zone atau zona nyaman kita, kita takut mengambil resiko, sehingga seringkali kita hanya memberdayakan potensi dan kemampuan kita, kurang dari yang sudah Tuhan berikan. Kunci untuk memaksimalkan potensi diri adalah menemukan tujuan hidup dan berkomitmen untuk menggenapinya. Jadi mari temukan tujuan hidup kita, dan maksimalkan potensi yang sudah Tuhan berikan kepada setiap kita, untuk hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s