Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Belajar dari Kepompong

kepompong“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

(Roma 8 : 28)

Sobat Talenta, hidup memanglah penuh dengan perjuangan. Jika kita ingin berhasil dan menjadi manusia sukses maka kita pun harus melalui sebuah proses yang terkadang menyakitkan jika dirasakan. Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah, diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil disana.

Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Lalu tampaklah kupu-kupu itu berhenti mencoba, dia kelihatan sudah berusaha semampunya dan nampaknya sia-sia untuk keluar melalui lubang kecil di ujung kepompongnya. Melihat fenomena itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting lalu mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar kupu – kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa. Begitu kepompong terbuka, kupu – kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh gembung dan kecil. Sayap-sayapnya nampak masih berkerut. Anak itu pun mulai mengamatinya lagi dengan seksama sambil berharap agar sayap kupu-kupu tersebut berkembang sehingga bisa membawa si kupu-kupu mungil terbang menuju bunga-bunga yang ada di taman. Harapan tinggal harapan, apa yang ditunggu-tunggu si anak, tidak kunjung tiba. Kupu-kupu tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap yang masih berkerut serta tidak berkembang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak mampu terbang seumur hiudpnya. Si anak rupanya tidak mengerti bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan usahanya sendiri untuk membebaskan diri dari kepompongnya. Lubang kecil yang perlu dilalui akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan.

Sobat Talenta, bukankah dalam hidup kita pun, Allah Bapa di Surga “seolah-olah” membiarkan kita untuk menghadapi berbagai masalah ataupun persoalan hidup kita sendirian? Tapi belajar dari cerita kepompong diatas, kita tahu bahwa apapun yang Allah Bapa ijinkan terjadi dalam hidup kita, semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan seperti apa yang tertulis dalam Roma 8:28. Mari menikmati semuanya dan bersyukur, karena di balik hal buruk sekalipun selalu tersembunyi hal-hal yang baik yang Tuhan Yesus Kristus sediakan bagi kita, karena Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian. Jadi, percayalah selalu, bahwa dibalik setiap perjuangan hidup, akan selalu ada “sayap baru” yang muncul, yaitu kekuatan dan kemampuan baru yang dianugerahkan Tuhan bagi kita, supaya pada akhirnya kita dapat terbang tinggi, dan menikmati kehidupan ini dengan lebih baik daripada sebelumnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s