Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Keseimbangan dalam Hidup

3d rendering of signs with "LIFE" and "DEATH" pointing in opposite directions“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama–lamanya.”

(I Yohanes 2 : 17)

Suatu kali, dikisahkan tentang seorang pialang saham yang berharap untuk dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Dia berharap dengan mengetahui hal–hal atau peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari, maka dia dapat mengetahui kondisi keuangan dan terlebih lagi berbagai peristiwa yang akan terjadi di pasar saham, sehingga dia dapat menentukan saham mana yang akan naik, saham mana yang akan turun dan memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Suatu hari dalam perjalanan ke kantor, dia bertemu dengan jin yang menawarinya sebuah permohonan untuk dikabulkan. Laki–laki ini segera saja meminta satu eksemplar koran lokal untuk terbitan satu tahun yang akan datang. Sang jin mengabulkan, dan segera saja setumpuk koran lokal dengan edisi satu tahun mendatang kini ada di tangannya. Segera saja dia membuka halaman berita ekonomi sambil berharap akan mendapatkan “suatu keuntungan besar” dari bursa saham. Namun rupanya ia memperoleh lebih dari yang dia harapkan. Di halaman berikutnya ia melihat fotonya terpampang di koran itu, dalam sebuah berita kematian yang menjelaskan bahwa dirinya mati dengan mengenaskan dalam sebuah kecelakaan mobil. Sang pialang saham, mendadak sangat sedih, kini tidak ada lagi gairah dalam hidupnya, kini tidak ada lagi semangat untuk memperoleh keuntungan dari pasar saham, karena dia berpikir untuk apa semua itu dia peroleh kalau pada akhirnya tepat pada tanggal yang telah ditentukan, dia akan meninggal dengan cara mengenaskan dan meninggalkan semua yang dia peroleh dengan susah payah.

Sobat Talenta, hidup di dunia hanyalah sementara, dan setelah itu ada kehidupan kekal yang tidak ada habis–habisnya yang akan kita jalani. Seringkali kita hanya menyibukkan diri untuk mengumpulkan kekayaan di bumi yang sifatnya hanya sementara, dengan mengorbankan kesenangan hari ini, sukacita hari ini, dan kebersamaan hari ini. Namun jarang sekali kita memikirkan dan menyibukkan diri untuk mengumpulkan harta di surga, padahal kehidupan kita di surga akan jauh lebih lama, bahkan tidak ada habis–habisnya.

Jadi, mari memiliki keseimbangan yang baik dalam merencanakan kehidupan ini, karena kita tidak hanya memiliki satu kehidupan, namun kita memiliki dua kehidupan, yaitu kehidupan kita di bumi dan kehidupan kita di surga. Milikilah kehidupan yang berhasil baik di bumi maupun di surga nanti. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s