Posted in Motivasi, Renungan, Rohani

Kekuatan Dari Berdiam Diri

madu“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu”

(Yesaya 30 : 15b)

Orang–orang di timur rupanya mempunyai cara unik untuk mendapatkan madu dari suatu sarang lebah. Mereka tidak menggunakan peralatan canggih seperti baju–baju tebal anti sengatan. Tetapi, meskipun tubuh mereka dipenuhi dengan segerombolan lebah–lebah yang marah, mereka jarang sekali terkena sengatan. Mengapa bisa demikian?

Rahasianya ternyata, karena mereka tidak banyak menggerakkan tubuh dan bersikap pasif saja. Mereka juga tidak berusaha mengibas–ngibaskan lebah-lebah itu, mereka hanya pasrah dan berdiam diri. Dan rupanya lebah–lebah itu mengira bahwa mereka sedang mengerubuti sebatang pohon, sehingga lebah–lebah itu juga tidak berusaha untuk menyengat.

Sebaliknya, orang–orang barat bertindak lain dalam mendapatkan madu. Mereka yang tidak mengerti “jurus diam” ini, apabila datang segerombol lebah, maka mereka akan berusaha untuk melawan dan mengusir lebah–lebah itu. Namun, semakin terjadi pergerakan dan perlawanan, lebah–lebah itu akan semakin marah dan justru menyengat orang–orang itu.

Sobat Talenta, ada sebuah kekuatan yang seringkali kita abaikan, yaitu kekuatan di dalam berdiam diri dan berserah kepada Tuhan. Adakalanya iblis ingin menyerang dan menyengat kita melalui berbagai macam persoalan dan masalah yang sedang kita hadapi.

Ada saat–saat dimana berdiam diri dan berserah kepada Tuhan merupakan pilihan terbaik bagi kita, dibandingkan bila kita berusaha dan bersusah payah untuk menyelesaikan dan mengusir semua persoalan tersebut dengan kekuatan kita sendiri, karena bukannya bisa selesai namun justru persoalan tersebut seolah–olah melawan dan berusaha menyengat kita. Namun, tentunya tidak semua persoalan juga dapat diselesaikan dengan cara berdiam diri dan berserah.

Karena itu mari meminta hikmat Tuhan, mari banyak berdoa dan membaca Alkitab, supaya kita semakin mengerti kehendak Tuhan, semakin memahami kapan waktunya kita bergerak dan kapan waktunya kita berdiam diri dan berserah kepada Tuhan. Sehingga kita dapat semakin terampil dan mahir dalam mengumpulkan madu dari setiap persoalan yang kita hadapi. Bagaimana menurut anda?

Sumber : Based on Talenta Renungan Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s