Posted in Kotbah GBI ROCK Tampa, Rohani

A True Worshipper

rockTuhan mencari penyembah-penyembah benar, yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Dalam hal ini, penyembahan roh bukan berarti penyembahan yang dilakukan di gereja sampai anda merasa bergetar (merinding). Jika orang hidup dalam roh tanpa kebenaran, dia akan menganggap bahwa dirinya adalah Tuhan. Sebaliknya, jika orang hidup dalam kebenaran tanpa diertai dengan roh, dia akan berpikiran legalistik dimana selalu terpaku pada peraturan-peraturan yang berlaku.  Lalu bagaimana caranya menjadi penyembah-penyembah yang benar? Terdapat lima elemen yang dibutuhkan, yakni pewahyuan, persiapan, pemisahan, dedikasi, dan proklamasi. Salah satu contohnya adalah Abraham.

1.      Pewahyuan (Revelation)

Dalam Kejadian 22:1-2, Tuhan menguji kesetiaan Abraham untuk mempersembahkan anak sulungnya sebagai korban bakaran. Umumnya

true worshipper

orang tidak mau melepaskan apa yang dimilikinya, seperti barang, waktu, uang, dan manusia. Di sini Abraham mengambil keputusan untuk mentaati perintah Tuhan. Keputusan ini menunjukan gambaran penyembah yang benar. Penyembahan adalah gaya hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sedangkan pewahyuan didefinisikan sebagai pengungkapan Ilahi atau supranatural kepada manusia sesuatu yang berkaitan dengan eksistensi manusia atau dunia.

2.      Persiapan (Preparation)

Ada persiapan yang dibangun Tuhan dalam kehidupan Abraham. Ia selalu menuntun langkah kaki Abraham kemanapun dia pergi. Dan dimana pun Abraham berada, Ia akan memberikan kepadanya tempat yang ia lalui. Hal ini membuat Abraham mengerti persiapan yang diberikan Tuhan. Untuk itu, dia mempersiapkan perjalanannya dan membelah kayu untuk korban bakaran. Bersama Ishak dan dua bujangnya mereka berangkat pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya (Kejadian 22:3)

3.      Pemisahan (Separation)

Kejadian 22:4-5 à Seorang yang mau menjadi penyembah yang benar, harus siap untuk dipisahkan dari dunia ini, seperti pikiran-pikiran duniawi. Seperti halnya bangsa Lewi yang dipisahkan dan dikhususkan Tuhan dari bangsa Israel. Mereka mendapat tugas untuk melayani Tuhan sebagai penyembah-penyembah yang benar.

4.      Dedikasi (Dedication)

Kejadian 22:6-10 à Abraham adalah penggerak iman dan hidupnya digerakkan  oleh iman. Ia mendedikasikan hidupnya pada Tuhan dengan memberikan Ishak, anak perjanjiannya kepada Tuhan. Penyembahan adalah memberi hidup kita menjadi persembahan yang: HIDUP, KUDUS dan BERKENAN. Michael Angelo pernah berkata “… Talent  is cheap; dedicatioan is costly…”. Demikian juga hidup kita. Apapun yang kita miliki, itu berkat dari Tuhan.

5.      Memproklamasikan (Proclamation)

Kejadian 22:13-14 à Ketika Abraham selesai mengorbankan korban bakaran, Ia menamai tempat itu “Tuhan menyediakan”. Dalam sebuah pujian, kita memproklamirkan apa yang telah Tuhan lakukan. Namun, penyembahan adalah memproklamirkan siapakah Tuhan.

Sumber : Ringkasan kotbah Minggu (22 September 2013) di GBI R.O.C.K Tampa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s